Dalam konteks surety bond, terdapat tiga pelaku utama yang masing-masing mendapatkan manfaat spesifik dari keberadaan jaminan ini: Obligee (Pemilik Proyek/Pemberi Kerja), Principal (Kontraktor/Pelaksana Proyek), dan Surety (Perusahaan Penjamin/Asuransi).
Berikut adalah rincian manfaat bagi masing-masing pelaku:
1. Obligee (Pemilik Proyek/Pemberi Kerja)
- Jaminan Penyelesaian Pekerjaan: Mendapatkan kepastian bahwa proyek akan selesai sesuai dengan syarat dan ketentuan kontrak, terlepas dari potensi kegagalan kontraktor.
- Perlindungan Finansial: Memitigasi risiko kerugian finansial. Jika Principal wanprestasi, Surety akan membayar kompensasi atau menyelesaikan proyek, sehingga Obligee dapat menutup biaya tambahan yang timbul.
- Rasa Aman dan Peningkatan Kepercayaan: Memberikan rasa aman karena adanya pihak ketiga (Surety) yang kredibel yang menjamin pelaksanaan kewajiban Principal.
- Proses Klaim yang Efisien: Menyediakan mekanisme klaim yang profesional untuk penyelesaian sengketa atau kegagalan tanpa harus melalui proses hukum yang panjang dan mahal secara langsung dengan Principal.
- Seleksi Kontraktor Berkualitas: Perusahaan Surety melakukan evaluasi mendalam terhadap kelayakan finansial dan teknis Principal sebelum menerbitkan jaminan, yang secara tidak langsung membantu Obligee mendapatkan kontraktor yang lebih terjamin kemampuannya.
2. Principal (Kontraktor/Pelaksana Proyek)
- Memenuhi Syarat Tender/Kontrak: Surety bond sering kali menjadi syarat wajib yang ditentukan oleh Obligee (terutama dalam proyek pemerintah atau swasta besar) agar Principal dapat mengikuti tender atau mendapatkan kontrak pekerjaan. Tanpa ini, Principal tidak dapat berpartisipasi.
- Meningkatkan Kredibilitas dan Reputasi: Adanya jaminan dari perusahaan Surety menunjukkan bahwa Principal dianggap layak secara finansial dan memiliki kapabilitas untuk menyelesaikan proyek, yang meningkatkan kepercayaan dari calon Obligee di masa depan.
- Menggunakan Modal Kerja Secara Efisien: Principal tidak perlu mengikatkan aset tunai atau jaminan bank penuh (yang mahal dan menguras likuiditas) untuk memenuhi persyaratan jaminan, karena mereka hanya membayar sejumlah premi kepada Surety.
- Memfasilitasi Akses ke Proyek Besar: Memungkinkan Principal, termasuk usaha menengah, untuk bersaing dan mendapatkan proyek-proyek bernilai besar yang mensyaratkan jaminan kuat.
3. Surety (Perusahaan Penjamin/Asuransi)
- Penerimaan Premi: Mendapatkan keuntungan dari premi yang dibayarkan oleh Principal sebagai imbalan atas penerbitan jaminan dan penanggungan risiko awal.
- Peluang Bisnis dan Diversifikasi Portofolio: Memperoleh peluang bisnis baru di sektor konstruksi dan pengadaan barang/jasa, serta diversifikasi risiko dalam portofolio produk asuransi atau penjaminan mereka.
- Hak Regres (Recourse): Meskipun Surety membayar klaim kepada Obligee jika terjadi wanprestasi, mereka memiliki hak hukum untuk menagih kembali seluruh kerugian tersebut dari Principal. Risiko akhir tetap berada pada Principal.
- Peran Intermediasi: Berperan sebagai penengah dan penilai risiko profesional dalam ekosistem bisnis proyek, memastikan standar kelayakan terpenuhi.
Perbedaan surety bond dan bank garansi:
Selain surety bond, Anda sebagai pemilik proyek atau pihak Obligee juga dapat memanfaatkan bank garansi sebagai upaya mengurangi risiko. Lantas, apa perbedaan dari keduanya?
Surety bond adalah jaminan yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada pemilik proyek untuk meminimalisir kerugian. Hal ini tentu terjadi ketika pihak kontraktor atau Principal gagal memenuhi kewajibannya.
Sedangkan, bank garansi adalah kesepakatan antara pihak Obligee dengan suatu bank. Maknanya, bank akan menanggung kerugian dari pemilik proyek apabila kontraktor gagal menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan awal.
Pada intinya, perbedaan bank garansi dan surety bond adalah pihak yang menyediakan jaminan atas kerugian pemilik proyek. Pada bank garansi, pihak bank adalah penjamin sedangkan surety bond adalah jaminan yang diberikan oleh perusahaan asuransi.
Macam – Macam Jaminan:
Jaminan Penawaran / Bid Bond / Tender Bond
Menjamin kepada Pemberi Kerja / Pemilik Proyek bahwa Kontraktor / Pelaksana apabila nanti dinyatakan sebagai pemenang tender bersedia menanda tangani kontrak dan dapat menyerahkan jaminan pelaksanaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Pemberi Kerja / Pemilik Proyek.
Nilai Bid Bond : 1 % – 3 % dari Nilai Pekerjaan / Proyek
Jaminan Pelaksanaan / Performance Bond
Menjamin kepada Pemberi Kerja / Pemilik Proyek bahwa Kontraktor / Pelaksana yang telah menandatangani kontrak pelaksanaan kerja, tidak mengundurkan diri atau memutuskan kontrak secara sepihak atau bersama-sama dari kedua belah pihak yaitu antara Pemberi Kerja / Pemilik Proyek dengan Kontraktor / Pelaksana.
Nilai Performance Bond : 5 % – 10 % dari Nilai Pekerjaan / Proyek
Jaminan Uang Muka / Advance Payment Bond
Menjamin kepada Pemberi Kerja / Pemilik Proyek bahwa Kontraktor / Pelaksana tidak dapat mengembalikan atau memperhitungkan uang muka yang telah diterima pada awal kontrak kepada Pemberi Kerja / Pemilik Proyek sampai dengan proyek selesai.
Nilai Advance Payment Bond : 10 % – 30 % dari Nilai Pekerjaan / Proyek
Jaminan pemeliharaan / Maintenance Bond
Jaminan pemeliharaan ini bisa di sebut maintenance bond tujuan jaminan ini untuk menjamin obligee bahwa principal akan besedia memperbaiki kerusakan- kerusakan pekerjaan yang telah di janjikan dalam kontrak kerja.
Nilai Maintenance Bond : 5 % – 10 % dari Nilai Pekerjaan / Proyek